Logo Heyva
GPL-1

Lagi Diet, Nafsu Makan Malah Terus Bertambah

Lagi Diet, Nafsu Makan Malah Terus Bertambah? 

Kenali Bedanya Physical Hunger dan Emotional Hunger. 

 

Pernahkah Anda merasa baru saja makan satu jam yang lalu, tetapi tiba-tiba keinginan untuk mengunyah muncul lagi? Saat sedang menjalankan program diet, perut yang selalu terasa lapar dan nafsu makan yang melonjak sering kali menjadi musuh terbesar. Namun, jangan terburu-buru menyalahkan diri sendiri. Bisa jadi, rasa lapar yang Anda rasakan bukanlah sinyal bahwa tubuh butuh energi, melainkan sebuah "lapar palsu".

Lapar Asli vs Lapar Palsu: Apa Bedanya?

Langkah pertama yang harus Anda lakukan saat keinginan untuk makan muncul adalah berhenti sejenak. Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya benar-benar butuh makan, atau saya hanya ingin makan?"

Lapar Asli (Physical Hunger):

  • Muncul secara bertahap.

  • Perut terasa kosong, berbunyi, atau terkadang menyebabkan sedikit lemas.

  • Anda bersedia makan apa saja yang mengenyangkan, termasuk makanan sehat seperti sayur atau buah.

  • Akan hilang setelah Anda makan secukupnya.

Lapar Palsu (Emotional Hunger):

  • Muncul secara mendadak dan terasa mendesak.

  • Sifatnya spesifik: Anda hanya menginginkan makanan tertentu, biasanya yang tinggi gula, tinggi lemak, atau makanan yang "enak" seperti martabak, keripik, atau minuman manis.

  • Sering kali dipicu oleh emosi atau kondisi lingkungan, bukan karena perut kosong.

Mengapa Lapar Palsu Sering Muncul?

Lapar palsu bukanlah tanpa sebab. Beberapa kondisi tubuh dan psikologis dapat mengelabui otak Anda:

  1. Dehidrasi: Otak sering kali salah menerjemahkan sinyal haus sebagai rasa lapar. Jika Anda kurang minum, Anda mungkin merasa lapar padahal tubuh hanya butuh air.

  2. Kurang tidur dan begadang: Begadang mengacaukan ritme hormon. Kurang tidur menurunkan hormon kenyang (leptin) dan meningkatkan hormon lapar (ghrelin). Inilah alasan mengapa orang yang sering begadang cenderung ingin makan di malam hari.

  3. Coping mechanism terhadap stres: Saat stres, otak mencari cara instan untuk merasa senang. Makanan enak memicu pelepasan dopamine (hormon bahagia) di otak. Akhirnya, makan menjadi pelarian atau cara Anda menenangkan diri dari tekanan mental.

Nutrisi yang Kurang: Penyebab Lapar Berkepanjangan

Jika lapar yang Anda rasakan adalah lapar asli, bisa jadi komposisi diet Anda belum seimbang. Banyak orang yang berdiet hanya fokus pada "makan sedikit" tanpa memperhatikan kualitas.

  • Kurang protein: Protein adalah zat gizi yang paling memberikan rasa kenyang. Tanpa protein yang cukup, tubuh akan terus mengirim sinyal lapar karena sel-sel belum merasa "puas".

  • Kurang serat: Serat dari berfungsi sebagai volume di lambung dan memperlambat proses pencernaan. Tanpa serat, makanan akan lewat begitu saja dan lambung cepat kosong kembali. 

  • Konsumsi makanan tinggi gula: Gula darah yang naik-turun dengan cepat (crash), membuat Anda merasa lapar lagi hanya dalam waktu singkat. 

  • Ketidakseimbangan Hormon: Diet yang terlalu ekstrem bisa membuat hormon lapar dan kenyang Anda menjadi tidak stabil, peningkatan hormon lapar terjadi karena tubuh Anda berusaha untuk bertahan hidup. Inilah yang menyebabkan Anda merasa lapar terus-menerus. 

Solusi Cerdas Mengendalikan Nafsu Makan

Agar diet Anda tetap terasa nyaman dan berkelanjutan, berikut adalah langkah yang bisa Anda ambil:

  1. Tingkatkan protein dan serat: Pastikan setiap porsi makan Anda mengandung sumber protein (seperti ayam, ikan, telur, atau tempe) dan sayuran hijau yang melimpah. Ini adalah kombinasi terbaik untuk menjaga perut kenyang lebih lama.

  2. Cukupi cairan dan istirahat: Minumlah air putih sebelum makan dan pastikan tidur 7-8 jam sehari untuk menjaga keseimbangan hormon ghrelin dan leptin.

  3. Bantuan medis (Obat GLP-1): Jika nafsu makan tetap tidak terkendali meskipun pola makan sudah diperbaiki, saat ini tersedia pilihan medis seperti obat golongan GLP-1 receptor agonist. Obat ini bekerja meniru hormon alami yang mengatur pusat kenyang di otak dan memperlambat pengosongan lambung. Hasilnya, rasa kenyang terasa lebih awet dan keinginan untuk makan berlebih (lapar palsu) bisa lebih terkontrol. Tentu saja, penggunaan ini harus di bawah pengawasan dokter.

Diet bukan berarti harus terus-menerus menderita karena lapar. Dengan mengenali jenis lapar Anda, memperbaiki kualitas nutrisi, mencukupi kebutuhan cairan dan istirahat, Anda bisa mencapai berat badan impian tanpa harus merasa tersiksa sepanjang hari. 

Heyva Logo

Follow Us

Linkedin

Email

info@heyva.health

Address

The Vida Building 8th Floor, Jl. Raya Perjuangan no 8, Kebon Jeruk, Jakarta Barat Indonesia


Discover how Heyva can support your health journey. Try the demo and experience it for yourself!

Heyva. All rights reserved.