Logo Heyva
GPL-1

Program Diet GLP-1

Artikel 2 Program Diet GLP-1 (diberikan 2 minggu setelah ikut program diet GLP-1):

 
Awas, Gula dan Lemak Bisa Memperberat Gejala Mual & Muntah 

Saat menjalani program diet GLP-1, banyak orang mulai mengurangi porsi makan karena merasa kenyang lebih lama. Namun ada satu hal penting yang sering tidak disadari: pilihan makanan tetap sangat menentukan keberhasilan program diet dan kenyamanan tubuh sehari-hari.

Makanan tinggi gula dan tinggi lemak seperti roti manis, biskuit, kue, keripik, kerupuk, gorengan, minuman manis kemasan, kopi susu bergula, minuman teh kekinian, hingga makanan cepat saji ternyata bisa memperberat efek samping GLP-1, dan menggagalkan proses diet yang sedang dijalankan.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

  1. Gula dan Lemak Jenuh Mengganggu Sinyal Kenyang

GLP-1 bekerja membantu menekan nafsu makan dan membuat tubuh lebih mudah mengenali rasa kenyang. Masalahnya, makanan tinggi gula justru dapat mengganggu sinyal kenyang tersebut. Akibatnya, tubuh terpicu untuk makan lagi dan lagi. Hal yang sama juga bisa terjadi pada makanan tinggi lemak jenuh.

Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, proses diet bisa menjadi lebih sulit dan hasil penurunan berat badan kurang optimal.

  1. Tertumpuk di Lambung

GLP-1 bekerja dengan memperlambat pengosongan lambung. Artinya, makanan akan berada lebih lama di dalam lambung. Saat makanan tinggi gula dan tinggi lemak masuk, lambung menjadi bekerja lebih berat. Gula dan lemak dapat menumpuk lebih lama di lambung sehingga meningkatkan rasa mual, begah, dan ingin muntah.

Produksi gas di lambung juga bisa meningkat sehingga perut terasa semakin kembung dan tidak nyaman. Pada beberapa orang, makanan tinggi gula dan lemak bahkan bisa membuat pencernaan menjadi tidak lancar. Ada yang mengalami diare, ada juga yang justru sembelit.

  1. Ketidakstabilan Gula Darah 

Bukan hanya itu, makanan tinggi gula dapat menyebabkan gula darah naik sangat cepat lalu turun kembali drastis. Padahal salah satu tujuan penggunaan GLP-1 adalah membantu mengendalikan kadar gula darah agar lebih stabil, dan memperbaiki metabolisme tubuh. Tujuan ini menjadi lebih sulit untuk dicapai, energi tubuh juga kembali mudah naik-turun, dan akhirnya tubuh berusaha mencari sumber energi lagi, yaitu makanan. 

  1. Meningkatkan Risiko Berkurangnya Massa Otot 

Yang paling disayangkan, makanan tinggi gula dan lemak biasanya hanya tinggi kalori tetapi miskin nutrisi. Tubuh memang mendapatkan banyak kalori, tetapi tidak memperoleh cukup protein, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan. Pun dengan efek membuat “ketagihan” dan “rasa senang”, membuat kita untuk terus kembali mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut. 

Jika terjadi dalam beberapa hari hingga minggu, risiko kehilangan massa otot selama diet juga bisa meningkat.

Karena itu, selama menjalani program GLP-1, cobalah lebih sering memilih makanan utuh dan bergizi seimbang seperti protein rendah lemak, sayur, buah, kacang-kacangan, dan sumber karbohidrat yang lebih alami. Tubuh akan terasa lebih nyaman, efek samping lebih terkontrol, dan proses penurunan berat badan pun bisa berjalan lebih sehat.

Heyva Logo

Follow Us

Linkedin

Email

info@heyva.health

Address

The Vida Building 8th Floor, Jl. Raya Perjuangan no 8, Kebon Jeruk, Jakarta Barat Indonesia


Discover how Heyva can support your health journey. Try the demo and experience it for yourself!

Heyva. All rights reserved.